<?php
if (isset($_POST['decimal'])){
$des = $_POST['decimal'];
$original = $_POST['decimal'];
$oct = '';
if (preg_match('/[^0-9]/',$des)) {
die (" Input salah!");
}
else {
while ($des > 0) {
$hasil=$des%8;
switch($hasil){
case 0: $oct.="0"; break;
case 1: $oct.="1"; break;
case 2: $oct.="2"; break;
case 3: $oct.="3"; break;
case 4: $oct.="4"; break;
case 5: $oct.="5"; break;
case 6: $oct.="6"; break;
case 7: $oct.="7"; break;
case 8: $oct.="8"; break;
case 9: $oct.="9"; break;
case 10: $oct.="A"; break;
case 11: $oct.="B"; break;
case 12: $oct.="C"; break;
case 13: $oct.="D"; break;
case 14: $oct.="E"; break;
case 15: $oct.="F";
default:break;
}
if($des/8 == 0){
$sisa=($des%8);
$des=$sisa;
}
else{
$sisa=($des/8);
$des=$sisa%8;
}
}
$result = strrev($oct);
echo "Bilangan $original (desimal) dalam bentuk octal adalah $result.
<a href='KonversiDesimal-Octal.php'>Kembali</a> pada proses input bilangan.";
}
}
else {
?>
<html>
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">
<title></title>
</head>
<body>
<form action="<?php echo $_SERVER["PHP_SELF"]; ?>"
method="POST">
<h3>Silahkan masukkan bilangan desimal :
</h3><input type="text" size="50" name="decimal">
<input type="submit" value="Konversi">
</form>
<?php
echo $_SERVER['PHP_SELF'];
?>
</body>
</html>
<?php
}
?>
Konversi Bilangan Desimal ke Octal
Konversi Bilangan Desimal ke Hexa
<?php
if (isset($_POST['decimal'])){
$des = $_POST['decimal'];
$original = $_POST['decimal'];
$hex = '';
if (preg_match('/[^0-9]/',$des)) {
die ("Input salah!");
}
else {
while ($des > 0) {
$hasil=$des%16;
switch($hasil){
case 0: $hex.="0"; break;
case 1: $hex.="1"; break;
case 2: $hex.="2"; break;
case 3: $hex.="3"; break;
case 4: $hex.="4"; break;
case 5: $hex.="5"; break;
case 6: $hex.="6"; break;
case 7: $hex.="7"; break;
case 8: $hex.="8"; break;
case 9: $hex.="9"; break;
case 10: $hex.="A"; break;
case 11: $hex.="B"; break;
case 12: $hex.="C"; break;
case 13: $hex.="D"; break;
case 14: $hex.="E"; break;
case 15: $hex.="F";
default:break;
}
if($des/16 == 0){
$sisa=($des%16);
$des=$sisa;
}
else{
$sisa=($des/16);
$des=$sisa%16;
}
}
$result = strrev($hex);
echo "Hasil Bilangan $original (desimal) dalam bentuk hexa adalah $result.
<a href='KonversiDesimal-Hexa.php'>Kembali</a> pada proses input bilangan.";
}
}
else {
?>
<html>
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">
<title></title>
</head>
<body>
<form action="<?php echo $_SERVER["PHP_SELF"]; ?>"
method="POST">
<h3>Silahkan masukkan bilangan desimal :
</h3><input type="text" size="50" name="decimal">
<input type="submit" value="Konversi">
</form>
<?php
echo $_SERVER['PHP_SELF'];
?>
</body>
</html>
<?php
}
?>
Keamanan pada Aplikasi PHP
Keamanan pada Aplikasi PHP (Versi PHP yang digunakan)
PHP adalah sebuah bahasa pemrograman yang saat ini banyak sekali dipergunakan di internet. banyak sekali situs komersial yang menggunakan PHP agar situsnya terlihat dinamis dan lebih interaktif. Namun pada level 2, PHP yang dibicarakan disini bukan pada kode pemrograman (scripting) yang telah dilakukan, namun pada engine PHP yang digunakan. Sama seperti pada apache di level ini harus diperhatikan apakah versi php yang digunakan memiliki bug/hole. Jika memang terbukti segeralah uprade versi php tersebut.
Selain itu jangan serahkan konfigurasi php pada hasil default instalasi. Rubahlah beberapa variabelnya sesuai dengan keinginan anda. Beberapa hal yang terpenting pada konfigurasi php antara lain adalah SAFE_MODE dan REGISTER_GLOBAL. Cobalah bertanya lebih lanjut tentang konfigurasi PHP pada paman google . AFAIK, engine PHP tidak dapat diexploitasi dengan remote exploit karena engine PHP tidak pernah membuka diri pada port tertentu. Jadi kalaupun ingin mengexploitasi engine! PHP hanya dapat menggunakan lokal exploit. CMIIW.
Sumber: Maxteja
Kelebihan PHP
Beberapa kelebihan PHP dari bahasa pemrograman web, antara lain:
'Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.'
'Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.'
'Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.'
'Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.'
'PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.'
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/PHP
Sejarah PHP
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.




